Home » » Vaksinasi Anak Ternyata Penemuan Umat Islam

Vaksinasi Anak Ternyata Penemuan Umat Islam

Written By Satria Adhi on Sunday, March 4, 2018 | 5:15 PM

Pada masa dinasti Utsmani, kedokteran umat Islam berkembang maju, ada vaksinasi, perawatan yang akurat dll, sehingga wilayah aman dari berbagai bahaya kolera & tha`un.
Universitas kedokteran pertama didirikan di masa dinasti Utsmani pada akhir abad ke-14 di bawah pemerintahan Sultan Yildirim Beyazid di kota Bursa, yang merupakan ibukota Utsmaniyah.
Kompleks medis ini kemudian didirikan pada abad kelima belas.
Syekh Aaq Syamsuddin menumukan mikrob (sel bakteri) jauh sebelum Louis Pasteur. Beliau berkata: "Keliru membayangkan penyakit itu muncul secara spontan pada manusia. Penyakit ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui infeksi. Infeksi ini sangat kecil dan akurat sehingga tidak bisa terlihat dengan mata telanjang, namun infeksi ini didapat dengan bibit hidup kecil".
Perkembangan Vaksinasi Utsamani:
Vaksinasi anak & untuk imunisasi mencegah cacar ada di Istanbul pada tahun 1695 M.
Dan pada tahun 1721, saat Lady Montagu menjadi duta besar Inggris di Istanbul, dia melihat bagaimana vaksin ini dibuat.
Bangsa Eropa lama menolak vaksin yang diterapkan oleh dinasti Utsmani, karena ketidaksukaan mereka pada muslim.
Namun pada tahun 1764, Akademi Kedokteran Prancis sepakat bahwa vaksin ini mungkin berguna.
Vaksin pertama yang digunakan di Eropa adalah di Inggris pada tahun yang sama, 1764.
Yilmaz Oztuna mengatakan bahwa telah terjadi banyak dialog sampai saat ini (yaitu sebelum 1764) di Eropa Barat antara beberapa rijaluddin (para ulama Kristen) yang menolak vaksin ini dan para dokter (karena vaksin berasal dari dinasti Utsmani) dan setelah sulitnya perjuangan vaksinasi menjadi hal yang biasa.
Rumah Sakit (Hospital) Dinasti Utsmani
Masing-masing rumah sakit diawasi oleh seorang dokter - kemudian ditambah menjadi 2 dokter ahli - dibantu oleh seorang dokter mata, ahli bedah, apoteker dan sekelompok pelayan dan penjaga gerbang. Semua pegawai rumah sakit harus mempunya sifat qana`ah (rela), penyayang dan manusiawi.
Setiap dokter wajib mengunjungi pasien dua kali sehari, dan tidak boleh mengeluarkan obat-obatan kepada pasien sampai pengolahan obatnya itu diperiksa.
Tukang masak rumah sakit harus memasak makanan dan bahan yang sesuai dengan pasien.
Pengobatan dan obat-obatan di rumah sakit ini gratis dan meliputi semua lapisan masyarakat tidak pandang bulu antara ras dan agama mereka.
تم إنشاء أول جامعة للطب في الدولة العثمانية أواخر القرن الرابع عشر في عهد السلطان يلدرم بايزيد في مدينة بورصة التي كانت عاصمة الدولة العثمانية وقتها. ثم تم إنشاء المجمع الطبي في القرن الخامس عشر.
اكتشف الشيخ آق شمس الدين الميكروبات قبل لويس باستور حيث قال:"من الخطأ تصور أن الأمراض تظهر على الأشخاص تلقائيًّا، فالأمراض تنتقل من شخص إلى آخر بطريق العدوى . هذه العدوى صغيرة ودقيقة إلى درجة عدم القدرة على رؤيتها بالعين المجردة، لكن هذه العدوى تحصل بواسطة بذور حية صغيرة"
تطعيم الأطفال و لقاح الجدري في إستانبول ضد الجدري عام 1695 م
و في عام 1721 م شاهدت السيدة مونتاجيو (lady montagu ) عندما كانت سفيرة لإنجلترا في إستانبول كيفية صنع هذا اللقاح و قد قاومت أوروبا مدة طويلة اللقاح الذي طبقه العثمانيون ، و لكن في 1764 وافقت الأكاديمية الطبية الفرنسية علي أن هذا اللقاح (( قد يكون مفيداً )) ، و تم استخدام أول لقاح بأوروبا في إنجلترا في نفس العام أي 1764 ، و قد قال يلماز أوزتونا أنه قد جرت محاورات كثيرة حتي هذا الوقت ( أي قبل 1764 م ) في أوروبا الغربية بين بعض رجال الدين الرافضين لهذا اللقاح و بين الأطباء ( تقريباً بسبب عثمانية اللقاح ) و بعد عناء أصبح التلقيح شىء عادي
المشافي العثمانية
كان يشرف على كل دار من هذه الدور طبيب - ثم زيد إلى اثنين من حُذَّاق الأطباء من أي جنس - كان يعاونهما كحّال ‏( أي طبيب عيون ‏) وجراح وصيدلي وجماعة من الخدم والبوابين، ويشترط في جميع المشتغلين بالمستشفى أن يكونوا من ذوي القناعة والشفقة والإنسانية، ويجب على الأطباء أن يعودوا المرضى مرتين في اليوم، وأن لا تُصرَف الأدوية للمرضى إلا بعد التدقيق من إعدادها، وكان يشترط في طباخ المستشفى أن يكون عارفًا بطهي الأطعمة والأصناف التي توافق المرضى منها، وكان العلاج والأدوية في هذا المستشفى بالمجان ويغشاه جميع الناس بدون تمييز بين أجناسهم وأديانهم.
Sumber:
Penjelasan tentang perkembangan Mesir masa dinasti Utsmani di dalam sabiil & madrasah Muhammad Ali Pasha (daerah Ghoriyah, Cairo)
https://ar.wikipedia.org/…/%D8%A7%D9%84%D8%B7%D8%A8_%D9%81%…
https://www.facebook.com/Ottoman.Khilafa/photos/a.112148182192595.18540.112143948859685/724688724271868/
Lucunya, pada zaman sekarang.. banyaknya orang-orang yang sok ahli agama & sebagian pengaku cinta khilafah menantang vaksin karena dianggap asalnya Yahudi dll, padahal ratusan tahun lalu para petinggi agama Kristen Eropa lah yang menantang vaksin habis-habisan karena dianggap itu produk Utsmani atau yang sering disebut sebagai khilafah terakhir umat Islam.
Makanya isu vaksin sebagai konspirasi Yahudi & barat itu tidak ada sama sekali berkembang di negara Mesir.

0 comments:

Post a Comment