Home » » Kiamat 23 September 2017! Benarkah?

Kiamat 23 September 2017! Benarkah?

Written By Satria Adhi on Thursday, September 21, 2017 | 9:46 PM

Houston - Ramalan kiamat soal kehancuran Bumi kembali beredar. Kali ini, prediksi itu dilontarkan oleh David Meade. Ia mengatakan, tepat 23 September 2017, Nibiru akan datang dan Bumi akan hancur.
Ramalan Meade diikuti dengan rekaman di situs berbagi video oleh kelompok evangelis Kristen yang meramalkan Rapture atau Pengangkatan, viral di dunia maya dengan judul September 23, 2017: You Need to See This.
Ada alasan Meade meramalkan kiamat 23 September 2017yaitu berdasarkan ayat dan kode angka di Alkitab. Meade tertuju pada angka 33.
"Yesus hidup selama 33 tahun, nama Elohim, yang merupakan nama Tuhan bagi orang Yahudi, disebutkan 33 kali dalam Alkitab," kata Meade kepada The Washington Post.
"Angka itu sangat penting secara numerologis. Saya sedang berbicara astronomi. Saya sedang berbicara Alkitab ... dan menggabungkan keduanya," lanjutnya.
Dan 23 September adalah 33 hari sejak Gerhana Matahari 21 Agustus lalu, yang menurut Meade merupakan pertanda. Penulis Planet X – The 2017 Arrival itu mendeskripsikan Nibiru akan datang menghancurkan Bumi.
Prediksi Meade adalah konspirasi Nibiru paling baru. Teori planet itu mengemuka tahun 1970-an di mana kiamat akan datang pada tahun 2003. Namun, planet tak kunjung tiba dan kehidupan berjalan terus.
Lalu, ramalan kiamat tercetus lagi pada 2012. Dan lagi-lagi, tidak terjadi. Menurut Meade, kali ini Nibiru alias Planet X benar-benar datang pada Sabtu mendatang 23 September 2017 untuk menghancurkan Bumi.
Namun, semua omongan Meade dimentahkan oleh ilmuwan NASA, David Morisson.
"Tak ada bukti sahih tentang keberadaan Nibiru. Tak ada foto, tak ada jejak, tak ada penglihatan astronomi," kata Morrison dalam video yang diunggah NASA, seperti dikutip dari Express.co.uk, Rabu (20/9/2017).
"Saya bisa bilang secara spesifik bagaimana Planet X atau Nibiru pada dasarnya tidak ada dan tidak mengancam Bumi," lanjutnya.
Menurut peneliti senior di Solar System Exploration Research Virtual Institute (SSERVI) NASA, jika memang ada planet menghampiri tata surya dalam dan mendekati Bumi, tentunya planet itu sudah berada di orbit Mars.
"Itu tentu akan cerah, dan kita di Bumi bisa melihat dengan mata telanjang," lanjut Morrison.
"Yang gilanya lagi, orang-orang itu katanya telah melihatnya, tapi tidak pernah memberi tahu kami untuk bisa kami verifikasi," ujar doktor lulusan Harvard University itu
Morrison juga mengatakan jika Nibiru adalah planet dengan massa yang besar, jelas akan mengganggu orbit Mars dan Bumi.
"Kami akan melihat perubahan pada orbit tersebut karena benda nakal ini masuk ke tata surya bagian dalam. Tapi, tidak ada perubahan apapun," lanjutnya.
"Ketiga, jika objek ini datang melalui tata surya di masa lalu, gravitasinya akan mengacaukan orbit planet dalam - Bumi, Venus, Mars, mungkin akan menghancurkan Bulan sepenuhnya," beber Morrison.
Morisson menegaskan, hingga saat ini sistem tata surya dalam masih baik-baik saja, dan Bulan masih berputar mengelilingi Bumi.
"Dengan hidup kita yang stabil ini membuktikan tak ada planet lain datang... setidaknya dalam satu juta tahun mendatang," tegas Morrison.
"Jadi, tolonglah hentikan omong kosong ini. Nibiru tidak nyata, Planet X tidak ada. Kita tak perlu khawatir soal hoax ini," tutup Morrison.

0 comments:

Post a Comment