Home » » Apa Salahnya Jokowi?

Apa Salahnya Jokowi?

Written By Satria Adhi on Saturday, December 27, 2014 | 7:43 PM

Kalau ada Presiden Indonesia yang paling banyak, DICELA, DIHINA, serta DIFITNAH ternyata hanya satu jawabannya Presiden Ir Joko Widodo!

Apa sih salahnya Jokowi hingga hari ini masih saja DICELA, DIHUJAT, DIFITNAH, sepertinya kok Jokowi ini manusia yang tidak ada baiknya sama sekali. Kalau kita balik bertanya kepada mereka yang suka menghina itu, apa KELEBIHANMU dibandingkan pak Jokowi?

Kita tunggu jawaban mereka, kalau tidak ingin disebut PENGECUT!

Jokowi sejak jadi Walikota Solo 2 periode banyak menghasilkan
prestasi, ketika dicalonkan jadi Gubernur DKI mulailah fitnah beruntun menghantamnya, dan ketika dicapreskan, fitnah terus berlanjut, ketika menang jadi presiden, hujatan tak pernah henti walau TAK TERBUKTI SECARA HUKUM!

Jokowi dituduh KORUPSI tidak terbukti.
Jokowi dituduh CINA SINGAPURA tidak terbukti.
Jokowi dituduh PKI tidak terbukti.
Jokowi dituduh ANAK HARAM tidak terbukti.
Jokowi dituduh H itu bukan HAJI tapi HERBERTUS tidak terbukti.
Jokowi dituduh MURTAD oleh FPI tidak terbukti.
Jokowi dituduh SUDAH MATI tidak terbukti.

Jokowi diejek KEREMPENG cuma menjawab AKU RAPOPO.
Jokowi diejek WAJAH NDESO cuma menjawab AKU RAPOPO.
Jokowi diejek PLONGA-PLONGO cuma menjawab AKU RAPOPO.

Jokowi diejek BONEKANYA Megawati, beliau menjawab, "Yang benar
bonekanya rakyat!"

Jokowi diejek INGKAR JANJI sampai hari ini terus BEKERJA.
Jokowi diejek PENCITRAAN sampai hari ini terus BLUSUKAN.
Jokowi diejek TIDAK TEGAS sampai hari ini tidak pernah ragu mengambil keputusan.

Dan entah apalagi tuduhan dan ejekan yang akan diterima SIMBOL
NEGARA Republik Indonesia ini oleh anak bangsa sendiri. Anak negeri yang mentalnya memang perlu direvolusi, karena mata hatinya sudah dibutakan oleh KEBENCIAN yang tanpa dasar dan diterima nalar.

Abraham Samad ketua KPK yang mengamati Jokowi jauh sebelum jadi Gubernur DKI mengatakan :

"Kebanyakan politisi itu pintar bicara, bahasanya tinggi, pandai meng-ambigukan kata, dan banyak retorikanya. Tapi Jokowi beda, orangnya UNIK dan ANEH, penampilan beliau. Sederhana, polos, tidak banyak retorika, jawab pertanyaan simpel-simpel saja dan terkesan tidak mikir, tapi lucu dan to the point. Kebanyakan, orang yang dekat dengan jabatan akan cinta dengan harta, tapi beliau tidak."

Dari pernyataan Abraham Samad itu terselip kesimpulan bahwa Jokowi itu MASIH bersih artinya tidak terlibat KORUPSI seperti yang dituduhkan orang-orang sesat pikir itu. Mereka tak henti menuduh tapi tak pernah bisa membuktikan SECARA HUKUM, memangnya mereka lebih tahu dari KPK soal korupsi?

Jokowi memang populer tanpa pencitraan yang dipaksakan, beliau
berhasil melampaui sekat antara pemimpin dan rakyat. Tua muda, laki perempuan, semua dengan refleks memanggil JOKOWI...JOKOWI...saat melihat beliau melintas tanpa embel-embel PAK di depan namanya.

Jokowi sosok yang penuh hormat pada orang lain, sangat santun, serta selalu membuka forum SILAHTURAHIM, diskusi, bertemu dengan siapa saja, semua bisa memperoleh akses komunikasi yang sama tanpa mengedepankan perbedaan KIBLAT AGAMA dan KEPERCAYAANNYA.

Jokowi paham benar bahwa agama menjadi keyakinan yang
sesungguhnya bukan hanya sebatas judul pemeluk keyakinan tertentu. Hingga semua dapat duduk bersama atas dasar KEMANUSIAAN yang saling menghormati dan saling peduli.

Kita harus SADAR, sekarang ini yang dibutuhkan bukan pejabat yang pintar berbicara dan beretorika, tapi pejabat yang lebih banyak kerja dan memiliki attitude yang baik. Jujur, polos, amanah, dan tidak silau dengan dunia, dan Presiden Jokowi harapan ke depan rakyat Indonesia untuk BANGKIT dari keterpurukan masa silam untuk BERSAMA-SAMA membangun Indonesia atas dasar UUD 1945 dan PANCASILA.

Biarlah mereka yang menuduh Jokowi ROSUL, NABI, atau TUHAN,
sebab mereka sendirilah yang mengatakan atas dasar kebencian yang mengenaskan. Jokowi tetap manusia biasa, yang punya banyak kekurangan, untuk itu mari kita kawal beliau, dengan pujian maupun kritikan demi kehidupan yang lebih baik.

Salam NKRI Raya!

0 comments:

Post a Comment