Home » » The Five Monkeys Theory

The Five Monkeys Theory

Written By Satria Adhi on Thursday, July 24, 2014 | 5:18 AM

Sekelompok Peneliti di suatu Laboratorium di AS melakukan penelitian terhadap kehidupan sekelompok kera. 5 ekor kera dimasukkan ke dalam suatu kandang, dimana ditengah-tengah kandang tersebut diberi tangga siku dengan setandan pisang di atasnya.

Tentunya kera-kera tersebut berebut naik tangga untuk mendapatkan pisang tersebut. Saat itulah peneliti menyiramkan air dingin terhadap kera-kera tersebut, yang menyebabkan kera-kera tersebut menjauh dari tangga, saat itu siraman air berhenti. Demikian hal ini berulang, sehingga kera-kera takut untuk mendekati tangga.   Setelah sekian lama, seekor kera mencoba untuk menaiki tangga, pada saat itulah peneliti menyiramkan air kepada 4 ekor kera lainnya, sampai seekor kera yang nekat tadi membatalkan niatnya menaiki tangga.

Setelah kejadian tersebut, setiap ada kera yang mencoba menaiki tangga tersebut maka akan dihalangi oleh teman-temannya. Pada akhirnya tidak seekor kerapun berani untuk menaiki tangga tersebut.
Selanjutnya peneliti tersebut mengganti 1 ekor kera dengan simpanse. Ketika simpanse tersebut berusaha menaiki tangga, maka keempat ekor kera menghalanginya. Demikian akhirnya simpanse tersebut tidak berani menaiki tangga tersebut, tanpa tahu apa sebabnya.

Seekor kera diganti lagi dengan seekor simpanse. Kejadian yang sama terulang kembali dan lebih anehnya simpanse yang pertama ikut-ikutan menghalangi simpanse kedua untuk menaiki tangga. Demikian kejadian tersebut berulang sampai semua kera diganti oleh simpanse.
Pada grup baru yang terdiri dari 5 simpanse ini dan tidak pernah merasakan siraman air dingin, ternyata meneruskan kebiasaan grup lama yang tidak berani menaiki tangga.

Mengapa hal ini terjadi ????
Kalau Bisa menjawab, bisa dipastikan mereka pasti menjawab, "AKU JUGA NGGAK TAHU KENAPA, TAPI SUDAH DARI SONONYA BEGITU KOK".

Bukankan ini kalimat familiar yang sering kita dengar di lingkungan kita, dimana sebagian besar dari kita tidak berani mencoba hal-hal yang lebih baru dan cenderung menyukai status quo.

0 comments:

Post a Comment