Home » » Kisah Keluarga Kura-kura

Kisah Keluarga Kura-kura

Written By Satria Adhi on Thursday, March 20, 2014 | 12:52 PM

Alkisah suatu kura-kura yang hidup di suatu masa merencanakan piknik keluarga. Sebagai makhluk yang serba lamban, untuk persiapan saja diperlukan waktu 7 tahun. Sesudah semua persiapan beres, mereka kemudian berjalan mencari lokasi piknik yang baik.

Sesudah berjalan setahun, mereka akhirnya menemukan tempat piknik yang baik. Seluruh keluarga kura-kura lalu bekerja bersama membersihkan dan menata tempat dan membongkar keranjang piknik berisi makanan. Untuk menyelesaikan semua pekerjaan ini, mereka menghabiskan waktu 6 bulan.

Ketika semua makanan sudah ditata, keluarga kura-kura sadar, mereka lupa membawa garam. Tanpa garam, semua makanan pasti terasa hambar dan acara piknik jadi tidak menyenangkan. Seluruh keluarga kura-kura sependapat dengan hal ini. Mereka pun berdiskusi mencari jalan keluar.

Sesudah berunding, keluarga kura-kura memilih si bungsu  yang jalannya paling cepat dibanding mereka yang semuanya lambat, untuk mengambil garam di rumah. Kura-kura kecil keberatan, merajuk, menangis, dan bersembunyi di dalam cangkangnya. Seluruh keluarga berusaha membujuknya. Kura-kura muda akhirnya bersedia menerima tugas ini dengan syarat, seluruh keluarga tak boleh makan sebelum dia kembali. Permintaan ini dikabulkan seluruh keluarga kura-kura.

Waktu berjalan tanpa terasa. Sampai tiga tahun, si kura-kura kecil belum juga kembali ketempat piknik. Tahun keempat, kelima dan keenam, kura-kura kecil belum kembali juga. Selama 6 tahun, keluarga kura-kura menahan lapar. Pada tahun ke-7, kura-kura yang sangat tua menjadi sangat lemah karena kelaparan. Dia lalu mengumumkan akan makan nasi dan mulai membuka bungkusan. Bersamaan dengan itu, kura-kura muda mendadak muncul dari belakang pohon dan berteriak, “Benar,kan! Saya sudah tahu, kalian tak bisa menunggu. Untung saya tidak jadi pulang ke rumah untuk mengambil garam!”

Moral cerita:

  • Sebagian orang menunggu orang lain untuk memenuhi harapan-harapannya. Kadang, penantian ini hanya sia-sia dan pemborosan waktu saja. Jika mengerjakannya sendiri, mungkin akan mendapatkan hasil yang lebih baik dalam waktu yang lebih cepat.
  • Kadang, kita terlalu memikirkan perbuatan orang lain sampai lupa berpikir apa yang harus kita lakukan dan akhirnya tidak melakukan apa-apa.


0 comments:

Post a Comment