Home » » 300 Tahun untuk Cinta

300 Tahun untuk Cinta

Written By Satria Adhi on Wednesday, November 20, 2013 | 10:35 PM

Cinta adalah HUKUMAN, hukuman agar kita terus menerus memikirkannya dalam helaan nafas kehidupan. Hukuman agar kita tersudut dalam satu kata Rindu hukuman agar kita terus menunggu dalam waktu yang belum pasti, ketika angin berlalu dan dedaunan beterbangan sepertinya hukuman itu selalu membuat hidup seperti mati dan mati seperti hidup.

Siapa yang ingin kita cintai saat senja mulai beranjak pergi? Kenangankah? Atau rasa rindu? Cinta mungkin rumit bagi sebagian orang belum memahami maksut dan tujuannya. Namun cinta cukup kita rasakan saat saat kita kehilangan kekuatan untuk bangkit, bangkit dari sebuah penantian lama. Sejauh jarak memandang disana ada cinta.

Mau 300 tahun lamanya cinta itu akan selalu d awali dengan kata menunggu, kenapa selalu kita menunggu cinta? Karena cinta datang dengan caranya yang sulit di pahami oleh nalar manusia.

Ketika cinta itu datang, mungkin kita sedang berduka, kehilangan, putus asa, atau mau mati. Di saat itu cinta datang menyelamatkan kita dari masa masa sulit dan membiarkan kita bahagia dengan takdir.

Di kehidupan dulu mau pun sekrang, 300 ribu tahun yang lalu atau di 2014 nanti, cinta akan selalu membuat kita menunggu. Sekalipun kehidupan berulang ke 2 kali.

Senyumnya, matanya, bibirnya, hidungnya masih sama. Masih sama cantiknya saat pertama kali berjumpa, sekalipun umur bertambah namun tak mengikis rasa itu. Karena cinta tak melihat perubahan fisik cinta selalu sama dari dulu sampai sekarang.

Cinta itu apa sih? Apa cuma kata kata yang mengetarkan hati, membuat tangan gemetaran saat mendengar kata Cinta? Atau cinta itu seperti permen min yang keras saat di kunyah namun saat pecah di mulut menghasilkan rasa sejuk dalam tenggorokan. Simpul saja cinta itu apa sendiri, yang pasti cinta buat aku adalah di saat aku menepati janji untuk menemuinya dan mengatakan "... Maaf aku sudah buatmu menunggu..." itulah cinta, cinta selalu membuat kita menunggu mungkin atau mungkin tidak, terkadang bisa di artikan begitu. Dan sedangkan MAAF adalah satu kata kerendahan hati kita untuk menurunkan ego dan menaruh di kaki lalu bersukut kepada cinta.

Cinta itu seperti kam*
Di manapun dahulu kita hidup bagaimana pun jodoh kita, di kehidupan mendatang percaya pasti terulang kembali. Karena cinta akan mencari takdir untuk mempersatukan mereka kembali sekalipun di dunia yang sekarang.

Cinta itu rumit bagi yang tak sabar menunggu datangnya takdir, mungkin hari ini atau besok siapa yang mengetahuinya. Cinta selalu punya caranya masing masing mengHalau si manusia yang beruntung itu,

aku berharap bisa menemuinya lagi dan merangkul tangannya kemudian ku hentikan waktu. Berharap bisa membelai rambutnya dan mengatakan betapa cantiknya dirimu kemarin, hari ini dan esok nanti.

Cinta itu seperti kamu bagun pagi dan melihat indah matahari pagi yang terus menerus menyapamu.

Cinta itu seperti tersenyum saat bersamanya yang membuat kita nyaman sekalipun kehidupan ini akan berakhir.

Cinta itu seperti sore yang teduh di bawa pohon duduk bersamanya tampa sepatah katapun.

Cinta itu seperti malam yang sunyi bertaburan bintang dan berada dalam pelukannya.

Cinta itu seperti terbaring lelah dan mendapati dia berada di samping kita.

Cinta itu seperti sebuah pengorbanan yang tak memikirkan hidup sekalipun itu konyol.

Cinta itu seperti nyata tapi tak nyata, seperti ada tapi tak ada, seperti hidup tapi mati dan seperti mati tapi hidup.

Cinta itu seperti menunggumu untuk menepati janji. Itulah cinta sekalipun kita lahir, besar tua dan mati cinta akan selalu ada dia tidak akan mati dia akan selalu mengikuti kita di saat kita lahir kembali ke 2 kalinya atau mati ke ratusan kalinya, cinta itu selalu bersama kita dengan jodoh dan perjumpaan yang tak bisa kita tebak dengan apa pun. Dan itulah cinta.

0 comments:

Post a Comment